Suara Malam
Malam yang terus memberi suara yang tersampai pada daun telingaku, ia mengatakan bahwa "akan ada cerita baru setelah ini kamu hanya harus berbahagia". Kata kata itu yang aku dengan setiap malam, memberiku gairah untuk tetap hidup. Suara itu semakin mendekat dan ia sedang memelukku erat. Ia tak ingin kehilanganku katanya, "mengapa kau tak ingin kehilanganku?" kataku. ''Karena hanya dirimu yang akan mendengarkan aku", katanya lagi.
Siapa kamu?
Aku, suara hatimu.
Malam,
Kutemui diriku yang sungguh penuh dendam?
Penuh suara yang membuat aku terus menggeram?
Mengapa aku tak kunjung damai dengan pikiran yang terus menyelam?
Karena kau hanya belum paham.
Kalau saja kau tahu, kau sedang mencari dimana kebahagiaan,
Kau pula mencari dimana ketenangan, mereka yang kau cari ada pada dirimu.
Semua ada padamu, pikiranmu.
Kau tahu mengapa kebanyakan manusia berkata, "Jika kau masih diberi waktu, maka bersyukurlah?" Karena kebahagiaan itu adalah bagian dari syukur itu. Suka duka kehidupan akan terus membawamu ke arah yang sama, berujung perpisahan dan kesedihan. Semua itu sama, yang berbeda hanyalah bagaimana kamu menyikapi semua hal itu.
Maka dengarlah Aku, suaramu.
