Sabtu, 17 Oktober 2020

"Tentang harga seorang diri, kepentingan manusiawi yang agaknya ingin dipenuhi namun pada saatnya berakhir dengan melukai diri dan menimbulkan penyakit hati, kata maaf untuk April"

April, 

Hari itu, aku tidak tahu bagaimana perasaanku yang seketikan merasa bahwa diriku adalah orang paling salah dengan banyaknya kesalahan yang telah aku perbuat, dendam, menyimpan rasa sakit, tidak mudah menerima, sampai akhirnya aku harus ketakutan dalam diri. Itu adalah titik balik pertama kali, dimana aku harus menjumpai diriku yang tak memiliki harga diri, tidak mudah meminta maaf, apalagi memulai untuk memperbaiki sebuah hubungan dengan manusia yang bagi diriku itu sudah berakhir. 

Seseorang berlatarbelakang didikan keras kepala dengan watak sekeras batu, april paling sendu. Seseorang berkata padaku,

"Lepaskan apa yang menjadi bebanmu, menjadi keluhmu dan kesakitanmu. Jika kamu simpan, akan menjadi penyakit dalam dirimu. Biarlah Tuhan yang membalas. Kamu hanya manusia, yang harus berbuat baik kepada seluruh manusia. Jika kamu bersalah dengan Tuhanmu, rasanya itu akan lebih mudah karena Ia adalah Sang Maha Pengampun. Jika kamu bersalah pada manusia? apakah mereka pula memiliki sifat warisan tuhannya? Tidak semua manusia seperti itu. Maafkanlah.."

dan, 

Hari ini aku, mengatakan;

"Ternyata yang ia katakan benar, aku tampak baik dari dalam diriku. Mungkin apa yang menjadi kesalahanku belum tentu mereka maafkan, tetapi setidaknya aku memulai untuk meminta maaf. Mendapati diriku, seperti aku telah tertampar sesuatu bahwa manusia ditakdirkan untuk memiliki kuasa atas hatinya, dan aku tidak akan pernah mampu menguasai itu. Hari ini aku tenang, aku lebih mudah memaafkan, dan rasanya harga diriku masih tetap sama. Tak ada beda, bedanya... Hanya aku menjadi lebih baik saja.."

Σελήνη . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates