Senin, 29 Maret 2021

 Karena yang mengerti atas kebahagiaan itu adalah mereka yang memiliki ilmu pengetahuan.

Kebahagian tidak terlihat bahkan tidak pula untuk diraba. Namun, apakah esensi untuk manusia yang berbahagia didunia? ya tentu saja manusia yang merasa. Memiliki hati dan diberi hak bahagia secara dogmantis. Tak pernah bukan ia kau beri hak seperti itu? 

Kebanyakan orang termasuk saya salah satunya, merasa depresi, tertekan, dan harus berfikir bagaimana esok dan esoknya lagi sedang hari ini tak dianggap serius. Itu hanya merasa saja, tidak terjadi demikian saat pengaturannya tidak sedang merasa. Saya selalu menganggap bahwa manusia tak punya esensinya sebagai manusia jika dia tak bahagia. Bagaimana lagi saya harus bicara, kami kami yang tercipta dan menjadi tanggung jawab tuhan. Seperti langit dan isinya yang pula diciptakan. Penciptaannya tak sedikitpun salah, sengaja diciptakan artinya semua memiliki esensi tersendiri. Acapkali esensi itu tak dihiraukan sampai selalu merasa hina di dunia. Dunia adalah hiburan semata, diberi kesempatan untuk meraih amalan yang  terbaik, segala bentuk larangan juga memiliki esensinya. Namun termasuk saya adalah orang yang lalai. 

Saya kini mulai memahami bahwa dunia tidak sesempit itu, dan bahagia juga semudah itu. Cukup dengan berpikir bahwa kami merasa bahagia. Hanya itu, tidak akan ada yang mampu membeli kebahagiaan dalam diri. Sekalipun terbeli ia sudah tahu bahwa ia akan lebih bahagia dari dirinya, karena kebahagiaanya kini bertambah menjadi dua. Menjadi dua yang satu sehingga bulatannya lebih besar. 

Sempat saya bertemu dengan seseorang dan berbicara, 'mengapa aku tak mudah menerima?' katanya padaku. Aku pun menjawab 'Karena kamu berkata itu tak mudah, cobalah untuk berkata kau cukup bisa menerima mungkin kau akan dicukupkan'. 


Σελήνη . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates