Sabtu, 13 Februari 2021

Dia yang mengaku sabar, akan diuji atas kesabarannya,
Dia yang mengaku kuat, akan diuji atas kekuatannya,
dan dia yang mengaku siap kehilangan, akan diuji atas ketabahannnya. 

Begitulah aku hari ini, aku yang mengaku kuat dan sabar tengah melewati ujian ku. Ujian naik kelas seperti ketika kita akan harus melewati fase selanjutnya, mungkin lebih rumit, mungkin juga lebih keras. Tapi hari ini aku tahu betapa Tuhan mencintaiku, memberiku kekuatan lebih dengan kehadiran Angin yang sedikit membuat ku goyah, sedikit saja. Tidak banyak, tapi berpengaruh dalam diriku. Menjadi dewasa agaknya tidak mudah, tapi yang mengesankan dalam dewasa adalah jiwa dan raga yang selalu tak ingin merepotkan hati dan pikiran untuk bekerja keras untuk mengaktifkan sel syaraf pembuat senyuman. Terkadang, dewasa justru membuat badan terasa ringan tak ada beban dengan modal memaafkan. Ternyata begini rasanya menjadi bijaksana, menilai tanpa menghakimi. 

Pundak terasa tak lagi ada amarah menggebu, keyakinan semakin mencintai diri sendiri menjadi nomor pertama untuk dijadikan prioritas. Karena hal yang paling saat ini aku butuhkan adalah rehat dari urusan percintaan untuk kesekian kalinya, Tak terjalin pun tak apa, asal aku tetap membuat banyak manusia bahagia. 

Pesan untuk Angin, 
Bagiku, kamu tempat ujianku, ujian untuk aku yang tengah mengaku sabar atas diriku. Ternyata aku melewatinya dengan baik, aku tersenyum atas banyak tingkahmu yang semakin membuat aku yakin atas diriku yang sudah menjadi aku yang lebih baik lagi. Kamu, semoga lekas menemukan dirimu, menemukan bagaimana ketika kamu hancur kamu tahu tempat kamu pulang. Tempat kamu ingin melihat disitulah rumah tanpa kamu membuka pintu beserta kuncinya, kamu sudah melihat tempat kamu berteduh, tempat kamu berbagi bebanmu, dan tempat kamu bersandar. Terkadang kamu hanya tak mengerti banyak hal, semuanya terasa membeku pada alur kepalamu. Kamu hanya perlu mencintai dirimu setelah ini, karena, Tidak semua orang bisa kamu bahagiakan, jangan terlalu keras pada dunia yang tak kian melunak. Kamu tahu, bagiku hari ini kamu itu angin. Seorang angin? majas yang tepat untuk kamu yang berperan seperti angin bagiku. Tak pengaruh walah aku tetap dilangitku dengan berbagai bintang, angkasa, dan awan. Kamu hanya tempat untuk aku diuji, tempat aku mengalahkan segala emosiku, tempat aku berkata bahwa aku sudah layak. Kamu tahu, aku tahu bagaimana rasanya lelahnya menjadi kamu, aku sangat tahu segala kondisimu, tapi yang telah kamu lakukan padaku membuat aku menjadi manusia yang tak layak disampingmu. Karena manusia yang layak untukku adalah ia yang sangat tepat nanti, ia yang pantas mendapatkanku, yang mencintaiku bukan tanpa alasan melainkan, karena aku pantas dan layak. 





Karena terkadang, yang sia sia akan jadi makna. Suatu saat nanti. 





Σελήνη . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates